Rimpang temulawak mengandung sejumlah senyawa aktif berupa
fraksi kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, desmetoksikurkumin dan
bis-desmetoksikurkumin. Juga beberapa komponen minyak atsiri seperti
xanthorrizhol, b-kurkumen, ar- kurkumen, kamfor dan germakrene. Kandungan
utamanya berupa tepung. Bervariasi antara 48-54 %.
Makin tinggi tempat tumbuhnya, makin rendah kadar tepungnya.
Temulawak juga mengandung karbohidrat, protein dan lemak.
Serat kasar dan mineral seperti kalium (K), natrium (Na), magnesium (Mg), Zat
besi, Mangan. Fraksi minyak Atsiri tertinggi dapat diperoleh dari rimpang
berusia 7 bulan. Pada usia 7,5 – 8 bulan, kandungan atsirinya berkurang.
• Memperbaiki fungsi pencernaan
Secara pra klinik ditemukan bahwa serbuk rimpang dapat meningkatkan aktivitas dalam cairan lambung sehingga membantu metabolisme dan mengurangi kontraksi usus halus.
Pemakaian seperti di atas : 2 gram rimpang kering atau 8 gram temulawak segar, yang dibuat dengan cara di atas.
Secara pra klinik ditemukan bahwa serbuk rimpang dapat meningkatkan aktivitas dalam cairan lambung sehingga membantu metabolisme dan mengurangi kontraksi usus halus.
Pemakaian seperti di atas : 2 gram rimpang kering atau 8 gram temulawak segar, yang dibuat dengan cara di atas.
• Memelihara kesehatan fungsi
hati
Aktivitas temulawak yang berkaitan dengan fungsi hati berkaitan dengan aktivitas kolagoganya, yaitu meningkatkan produksi empedu dalam hati dan merangsang pengosongan kandung empedu. Temulawak juga dapat mengurangi aktivitas enzim glutamate oksaloasetat transaminase (GOT) serta menurunkan aktivitas enzim glutamate piruvat transaminase (GPT) baik, secara pra klinik in vitro dan in vivo maupun secara klinik. Hasil uji klinik menunjukkan bahwa dosis yang digunakan untuk memperoleh manfaat menurunkan kadar SGOT dan SGPT adalah 15-30 mg kurkumin.
Aktivitas temulawak yang berkaitan dengan fungsi hati berkaitan dengan aktivitas kolagoganya, yaitu meningkatkan produksi empedu dalam hati dan merangsang pengosongan kandung empedu. Temulawak juga dapat mengurangi aktivitas enzim glutamate oksaloasetat transaminase (GOT) serta menurunkan aktivitas enzim glutamate piruvat transaminase (GPT) baik, secara pra klinik in vitro dan in vivo maupun secara klinik. Hasil uji klinik menunjukkan bahwa dosis yang digunakan untuk memperoleh manfaat menurunkan kadar SGOT dan SGPT adalah 15-30 mg kurkumin.
• Mengurangi nyeri dan radang
sendi
Kurkumin yang terkandung dalam temulawak mempunyai aktivitas antiradang yang setara dengan 100 mg fenilbutazon yang dapat mengurangi nyeri dan radang sendi. Dicapai melalui penghambatan migrasi sel-sel leukosit ke daerah radang atau melalui penghambatan pembentukan serta transportasi mediator radang yaitu prostagladin. Dari hasil uji klinik menunjukkan adanya perbaikan pada penderita radang sendi. Dosis yang digunakan uji klinik adalah 400-1200 mg per hari.
Kurkumin yang terkandung dalam temulawak mempunyai aktivitas antiradang yang setara dengan 100 mg fenilbutazon yang dapat mengurangi nyeri dan radang sendi. Dicapai melalui penghambatan migrasi sel-sel leukosit ke daerah radang atau melalui penghambatan pembentukan serta transportasi mediator radang yaitu prostagladin. Dari hasil uji klinik menunjukkan adanya perbaikan pada penderita radang sendi. Dosis yang digunakan uji klinik adalah 400-1200 mg per hari.
• Menurunkan lemak darah
Hasil uji praklinik dan klinik menunjukkan bahwa ekstrak temulawak dan fraksi kurkuminoidnya dapat menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida dan meningkatkan kadar HDL kolesterol. Komponen yang diduga berperan dalam menurunkan lemak darah adalah kurkuminoid. JIka tidak dinyatakan lain, dosis yang dianjurkan adalah 25-50 gram
simplisia kering yang dididihkan pada 200 ml air, hingga tersisa 100 ml. Air rebusan disaring dan diminum pagi dan sore.
Hasil uji praklinik dan klinik menunjukkan bahwa ekstrak temulawak dan fraksi kurkuminoidnya dapat menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida dan meningkatkan kadar HDL kolesterol. Komponen yang diduga berperan dalam menurunkan lemak darah adalah kurkuminoid. JIka tidak dinyatakan lain, dosis yang dianjurkan adalah 25-50 gram
simplisia kering yang dididihkan pada 200 ml air, hingga tersisa 100 ml. Air rebusan disaring dan diminum pagi dan sore.
• Sebagai antioksidan dan membantu pemeliharaan
kesehatan
Kurkumin bekerja sebagai antioksidan karena mampu menangkap radikal-radikal bebas oksigen seperti anion superoksid, dan radikal hidroksil sehingga membantu memelihara kesehatan. Gunakan ekstrak kering temulawak , minum 3 kali sehari, tiap kali lebih kurang 250 -500 mg.
Kurkumin bekerja sebagai antioksidan karena mampu menangkap radikal-radikal bebas oksigen seperti anion superoksid, dan radikal hidroksil sehingga membantu memelihara kesehatan. Gunakan ekstrak kering temulawak , minum 3 kali sehari, tiap kali lebih kurang 250 -500 mg.
PERHATIAN !: Ada
beberapa kondisi yang memerlukan pertimbangan dokter / ahli medis saat hendak
mengonsumsi temulawak. Yaitu :
Contoh adanya penyumbatan saluran enpedu atau batu empedu,
karena temulawak bekerja merangsang fungsi saluran empedu.
Contoh bila mengonsumsi temulawak bersama obat pengencer
darah yang dapat menyebabkan perdarahan, atau bersama tanaman lain yang
mengandung kurkuminoid, misalnya kunyit, karena dapat terjadi kelebihan dosis.
Sumber: http://www.inijalanku.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar